Search

Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemograman. Tampilkan semua postingan

Pengenalan Bahsa C++

Apakah itu Bahasa C++ ?

C++ pada dasarnya adalah bahasa pemrograman yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari bahasa C dan telah menggunakan pendekatan berorientasi objek (object oriented). Akan tetapi, bahasa C++ masih mengikuti orientasi secara prosedural (procedural oriented) sehingga banyak yang mengatakan bahwa bahasa C++ adalah bahasa pemrograman hybrid, tidak hanya berorientasi pada objek.

32 Kata Kunci dan Library

Dalam bahasa C ++ terdapat 32 kata kunci (keywords) yang telah terdefinisikan:
auto double int struct
break else long switch
case enum register typedef
char extern return union
const float short unsigned
continue for signed void
default goto sizeof volatile
do if static while

Algoritma

Banyak orang bertanya, “Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk memulai bahasa pemrograman seperti C++? Memiliki programnya? Banyak membaca?”. Sebenarnya untuk mempelajari bahasa pemrograman, tak hanya C++, ada satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan, yakni Algoritma.
Algoritma dapat diartikan sebagai urutan langkah-langkah dalam menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Istilah “logis” adalah kata kunci dalam algoritma. Dalam menyusun suatu algoritma, setiap langkah-langkah harus bersifat logis dan jelas benar-salahnya. Terkadang orang ‘malas’ untuk membuat algoritma karena terkesan rumit dan memperlambat penyelesaian masalah. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah dengan adanya algoritma ini justru kita dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik dan mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut dengan lebih efektif dan efisien.
Aturan penulisan algoritma yang dipakai adalah secara grafis (prosedural). Berikut adalah simbol dasar algoritma yang akan dipakai:
Meskipun tujuan akhir dari program adalah menghasilkan sesuatu yang serupa, namun pola pemikirandalam algoritma untuk setiap orang dapat berbeda-beda. Disinilah letak ide dan kreativitas kita diuji, sejauh mana kita dapat merealisasikan ide kita dalam bentuk program dalam menyelesaikan permasalahan di sekitar kita.

INSTRUKSI OUTPUT SEDERHANA

Sebagai langkah awal dalam memahami bahasa C++, mari kita mulai menuliskan program di bawah ini:
INPUT:
// my first program in C++#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main ()
{
cout << “Hello World!”;
getch();
return 0;
}
OUTPUT:
Hello World!
Berikut adalah penjelasan dari program diatas :
// my first program in C++
Baris ini merupakan komentar. Setiap kalimat yang diawali dengan double slash (//) pada setiap baris akan menjadi suatu komentar. Kalimat tersebut tidak akan mempengaruhi proses program.
#include <iostream>
Karakter # disebut sebagai preposcessor. Pada setiap kali compiler dijalankan, maka prepocessor membaca source code, mencari baris yang memiliki karakter awal # dan jika menemukan maka akan menjalankan perintah pada baris itu sebelum compiler berjalan.
Dalam kasus ini, maka perintah include <iostream> berarti program ini berjalan dengan menyertakan library/file header <iostream>.
#include <conio.h>
Mengikutsertakan library <conio.h> dalam program ini.
using namespace std
setiap elemen dari standard library C++ menggunakan spasinama (namespace), namespace adalah name std. Hampir semua sourcecode yang disusun merupakan standard dari name std.
int main ()
Baris ini mendeklarasikan fungsi utama dari program ini. Fungsi utama akan dieksekusi pertama kali setiap kali program c++ berjalan. Singkatnya, inti dari seluruh program c++ berpusat pada fungsi utama ini.
Baris-baris yang telah dijelaskan sebelumnya dapat kita sebut dengan baris kepala. Selanjutnya, kita akan masuk kepada baris badan yang ditandai dengan tanda kurung ({ }). Baris badan adalah inti dari program yang akan dieksekusi.
cout << ”Hello World”;
cout adalah suatu perintah yang berfungsi untuk memasukkan bagian karakter ”Hello World” ke dalam standard ouput stream (yang biasa kita kenal tampilan pada layar).
cout didefinisikan pada library iostream. Untuk menutup pernyataan, digunakan tanda (;).
getch();
Untuk beberapa compiler C++ dibutuhkan sebuah file header yang bernama <conio.h>. Selanjutnya kita menempatkan sebuah fungsi bernama getch() sebelum program diakhiri. Maksud dari penggunaan ini adalah agar tampilan ’tertahan’ untuk sementara waktu. Jika tidak, maka proses akan berjalan tanpa kita dapat melihat hasilnya.
return 0;
baris ini menyatakan fungsi utama program telah berakhir. Perintah return diikuti oleh kode, dalam hal ini kode 0. Kode ini diinterpretasikan sebagai tanda bahwa program telah dieksekusi tanpa terjadi error. Cara ini adalah cara yang umum dalam mengakhiri program c++.
Lalu, apa yang terjadi jika program ditulis seperti ini ?
INPUT:
// my first program in C++#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main (){ cout << “Hello World!”; getch(); return 0; }
OUTPUT:
Hello World!
Apakah terjadi kesalahan pada sintaks?? Tentu tidak. Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada kasusini: C++ membaca sesuai urutan baris (mengeksekusi dari urutan paling atas ke paling bawah); dan C++ memisahkan pernyataan yang satu dengan yang lainnya dengan tanda (;), tidak dengan memisahkan baris.
Mari kita lanjutkan ke latihan berikutnya:
INPUT:
/* Bentuk baru dalamMenuliskan komentar */
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main ()
{
cout << “Hello World! “; // menampilkan Hello World!
cout << “I’m a C++ program”; // menampilkan I’m a C++ program
getch();
return 0;
}
OUTPUT:
Hello World! I’m a C++ program
Tidak jauh berbeda dengan contoh di awal, disini kita mencoba untuk menampilkan karakter namun dengan jumlah lebih banyak. Adapun hal yang baru pada program yang kita buat sekarang, yaitu tanda /*… … */. Tanda tersebut berfungsi sama halnya dengan double slash (//), sebagai komentar, namun tidak bergantung pada baris yang dijadikan komentar.
// :    Tanda ini menandakan bahwa tulisan yang ditulis berikutnya adalah komentar, namun hanya berlaku pada baris yang ditandai tanda tersebut.
/*….*/ : Seluruh tulisan yang berada dalam tanda ini akan menjadi komentar, tidak bergantung pada letak ditulisnya tulisan komentar tersebut.

Dikutip dari buku panduan praktikum PTI B ITB

Mengenai Array Dengan Pascal

Bab 4 Array 
Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut. 
Contoh: 
Var 
Untai : array[1..50] of Integer; 
Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer. 

Contoh Program : 

Program Contoh_Array_Input; Uses Crt; Var Bilangan : array[1..50] of Integer; Begin ClrScr; Bilangan[1]:=3; Bilangan[2]:=29; Bilangan[3]:=30; Bilangan[4]:=31; Bilangan[5]:=23; Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]); Readln; End. 

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini : 

Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam; Uses Crt; Var NPM : array[1..20] of string[10]; Nama : array[1..20] of string[25]; Nilai : array[1..20] of real; Umur : array[1..20] of byte; banyak,i : integer; Begin ClrScr; Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak); For i := 1 to banyak Do Begin Write('NPM =');Readln(NPM[i]); Write('Nama =');readln(Nama[i]); Write('Nilai=');readln(Nilai[i]); Write('Umur =');readln(Umur[i]); End; {cetak varibel array} Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR '); For i:= 1 to banyak Do Begin Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3); End; Readln; End. 

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini : 

Type Angka = String[20]; Var Nama : Array [1..50] of Angka; Begin End. 

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real. 
Contoh: 
Var 
Nilai : Array[1..10] of Integer; 
pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini : 

Type 
Skala = 1..10; 
Var 
Nilai : Array [skala] of Integer; 
atau : 
Type 
Skala = 1..10; 
Y = Array[skala] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 
atau : 
Type 
Y = Array[1..10] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 
atau : 
Const 
Atas =1; 
Bawah = 5; 
type 
Y = Array[Atas..Bawah] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 

I. Deklarasi Type Indeks Skalar 
Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar. 
Contoh. : 

Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar; Uses Crt; Var Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer; Begin Jum[jan]:=25; Jum[feb]:=45; Jum[mar]:=21; Jum[apr]:=23; Jum[mei]:=50; Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]); Readln; End. 
dapat juga ditulis : 

type Bln = (jan,feb,mar,apr,mei); Var Jum : Array[bln] of Integer; atau : type Bln =(jan,feb,mar,apr,mei); Var Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array 
Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const). 
Contoh Program : 

Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan; Uses Crt; Const Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20); Var i : Integer; Begin For i:= 1 to 4 Do Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]); Readln; End. 
konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut. 
Contoh Program : 

Program Contoh_Konstan_Array_Char_; Uses Crt; Const Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F'); Var i : Integer; Begin For i:= 0 to 5 Do Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]); Readln; End. 
Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini. 
Contoh Program : 

Program Constanta_Array_String; Uses Crt; Type A = Array [1..5] of String; Const Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase'); Var i : Integer; Begin For i:= 1 to 5 Do Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]); readln; end. 

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut : 
Contoh Program : 

Program String_Adalah_Array_Tipe_Char; Uses Crt; Var Nama : string; i : Integer; Begin Nama:='Turbo Pascal'; For i:= 1 to Length(nama) Do Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]); Readln; End. 

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array. 
Contoh program : 

Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array; Uses Crt; Var Prima : Array[1..100] of Integer; i,j : Integer; bil : Integer; Begin ClrScr; For i := 2 to 100 Do Begin Prima[i]:=i; For j:= 2 to i-1 Do Begin bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*} If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*} End; If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*} End; Readln; End. 

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini : 
Contoh Program : 

Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort; Uses Crt; Var nil1 : Array[1..100] of Integer; n,i,j,dum : Integer; Begin ClrScr; Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n); For i := 1 to n Do Begin Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]); End; {* penyapuan proses} for i:= 1 to n-1 do begin for j:= i to n do begin if nil1[j]begin 
dum:=nil1[j]; 
nil1[j]:=nil1[i]; 
nil1[i]:=dum; 
end; 
end; 
end; 
writeln; 
writeln('Hasil Sortir'); 
for i := 1 to n do 
write(nil1[i]:3); 
readln; 
end. 


III. Array Dua Dimensi 
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik. 
1 2 
1 2 3 
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini . 

Contoh Program: 

Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi; Uses Crt;Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;i,j : Integer;Begin ClrScr; Tabel[1,1]:=1; Tabel[1,2]:=2; Tabel[2,1]:=3; Tabel[2,2]:=4; Tabel[3,1]:=5; Tabel[3,2]:=6; For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]); End; End; Readln; End. 


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi. 
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini : 
Contoh : 

Var Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte; atau : Type Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte; Var Tabel : Matrik; atau : Type Baris = 1..3; Kolom = 1..2; Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte; Var Tabel : Matrik; atau : Type Baris = 1..3; Kolom=1..2; Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte; Var Tabel : Matrik; Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik : Contoh Prorgam: Program Penjumlahan_Matrik; Uses Crt; Var Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer; i,j : Integer; Begin ClrScr; { input matrik ke satu } Writeln(' Elemen matrik satu'); For i := 1 to 3 Do Begin For j := 1 to 2 Do Begin Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= '); Readln(matrik1[i,j]); End; End; {input matrik ke dua} Writeln('input elemen matrik dua'); For i:= 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= '); Readln(matrik2[i,j]); End; End; {proses penjumlahan tiap elemen} For i := 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j]; End; End; {proses cetak hasil} For i:= 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Write(Hasil[i,j]:6); End; Writeln; End; Readln; End. 


V. Array Sebagai Parameter 
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array. 

Contoh Program : 

Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure; Uses Crt; Const Garis ='---------------------------------------------------'; Type Untai = Array[1..10] of String[15]; Bulat = Array[1..10] of Integer; Huruf = Array[1..10] of Char; Var i,Banyak : Integer; Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat); Var Ket : String; Abjad : Char; Begin Writeln(Garis); Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan'); Writeln(Garis); For i := 1 to Banyak Do Begin If Nilai[i] > 90 Then Begin Abjad:='A'; Ket :='Istimewa'; End; If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then Begin Abjad:='B'; Ket :='Memuaskan'; End; If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then Begin Abjad:='C'; Ket :='Cukup'; End; If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then Begin Abjad:='D'; Ket :='Kurang'; End; If Nilai[i]< 45 Then Begin Abjad:='E'; Ket :='Sangat kurang'; End; Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15); End; Writeln(Garis); End; Procedure Masuk_Data; Var Nama : Untai; Nilai : Bulat; Begin Write('Banyak data =');Readln(Banyak); For i:= 1 to Banyak Do Begin ClrScr; Writeln('Data ke - ',i); Write('Nama =');readln(Nama[i]); Write('Nilai =');readln(Nilai[i]); End; Proses(Nama,Nilai); End; {modul Utama} Begin Masuk_Data; Readln; End. 
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.
dum:=nil1[j]; nil1[j]:=nil1[i]; nil1[i]:=dum; end; end; end; writeln; writeln('Hasil Sortir'); for i := 1 to n do write(nil1[i]:3); readln; end. 


III. Array Dua Dimensi 
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik. 
1 2 
1 2 3 
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini . 

Contoh Program: 
Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi; 
Uses Crt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin 
ClrScr; 
Tabel[1,1]:=1; 
Tabel[1,2]:=2; 
Tabel[2,1]:=3; 
Tabel[2,2]:=4; 
Tabel[3,1]:=5; 
Tabel[3,2]:=6; 
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]); 
End; 
End; 
Readln; 
End. 


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi. 
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini : 
Contoh : 
Var 
Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte; 
atau : 
Type 
Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
atau : 
Type 
Baris = 1..3; 
Kolom = 1..2; 
Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
atau : 
Type 
Baris = 1..3; 
Kolom=1..2; 
Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik : 
Contoh Prorgam: 
Program Penjumlahan_Matrik; 
Uses Crt; 
Var 
Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer; 
i,j : Integer; 
Begin 
ClrScr; 
{ input matrik ke satu } 
Writeln(' Elemen matrik satu'); 
For i := 1 to 3 Do 
Begin 
For j := 1 to 2 Do 
Begin 
Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= '); 
Readln(matrik1[i,j]); 
End; 
End; 
{input matrik ke dua} 
Writeln('input elemen matrik dua'); 
For i:= 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= '); 
Readln(matrik2[i,j]); 
End; 
End; 
{proses penjumlahan tiap elemen} 
For i := 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j]; 
End; 
End; 
{proses cetak hasil} 
For i:= 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Write(Hasil[i,j]:6); 
End; 
Writeln; 
End; 
Readln; 
End. 


V. Array Sebagai Parameter 
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array. 

Contoh Program : 
Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure; 
Uses Crt; 
Const 
Garis ='---------------------------------------------------'; 
Type 
Untai = Array[1..10] of String[15]; 
Bulat = Array[1..10] of Integer; 
Huruf = Array[1..10] of Char; 
Var 
i,Banyak : Integer; 
Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat); 
Var 
Ket : String; 
Abjad : Char; 
Begin 
Writeln(Garis); 
Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan'); 
Writeln(Garis); 
For i := 1 to Banyak Do 
Begin 
If Nilai[i] > 90 Then 
Begin 
Abjad:='A'; 
Ket :='Istimewa'; 
End; 
If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then 
Begin 
Abjad:='B'; 
Ket :='Memuaskan'; 
End; 
If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then 
Begin 
Abjad:='C'; 
Ket :='Cukup'; 
End; 
If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then 
Begin 
Abjad:='D'; 
Ket :='Kurang'; 
End; 
If Nilai[i]< 45 Then 
Begin 
Abjad:='E'; 
Ket :='Sangat kurang'; 
End; 
Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15); 
End; 
Writeln(Garis); 
End; 
Procedure Masuk_Data; 
Var 
Nama : Untai; 
Nilai : Bulat; 
Begin 
Write('Banyak data =');Readln(Banyak); 
For i:= 1 to Banyak Do 
Begin 
ClrScr; 
Writeln('Data ke - ',i); 
Write('Nama =');readln(Nama[i]); 
Write('Nilai =');readln(Nilai[i]); 
End; 
Proses(Nama,Nilai); 
End; 
{modul Utama} 
Begin 
Masuk_Data; 
Readln; 
End. 
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.
Blogger Template